Meredam Perseteruan Mawar
Segera saja kita tuntaskan perseteruan ini,
membuka ruang perudingan di kerelungan
sukma mawar, sembari menyingkirkan
kecurigaan dedaunan. Kemudian
melepaskan duri pertentangan.
Bersama-sama kita hirup aroma kerinduan
jangan biarkan kelopak cinta itu berlepasan
dari putik ketulusan. Kita membangun taman
sepenuh kerindangan dengan
menebar benih-benih nyawa,
menepis gerimis yang
menghadang kesia-siaan waktu
Kita harus mampu meredam perseteruan mawar
kembali membaca kompas nurani yang
menunjukkan arah kebersamaan, maka
lepaskan duka tanah harapan
memilah luka-luka keretakan lalu
membagi-bagikan panorama bunga
menumpu akar kesetiaan kita
lihat, pandanglah tunas bertaburan
gemulai menebar kasrian, merebakkan wangi
cuaca memberikan harmoni rampak basamo
diiringi gemersik langgam dagang menumpang
kita tak perlu lagi memperhitungkan
sengketa, lantaran sumpah kematian itu
telah lebur pada kesementaraan jasad…

